MAKNA KEMERDEKAAN DILIHAT DARI BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN

Holla
Assalamualaikum wahai teman teman sekalian.




Sumber foto : google.com

Gak kerasa, memasuki bulan Agustus ya, pasti banyak bendera bendera merah putih disetiap jalan atau di desa disertai baliho - baliho, atau umbul umbul yang menggantung. Ataupun botol yang disulap untuk hiasan didepan rumah dengan berbagai macam bentuk yang lucu lucu.



Sumber foto : google.com


Sumber foto : google.com

Biasanya nih ya, aku kalo waktu zaman sekolah dulu paling senang belajar sejarah. Alasan aku senang itu karena, aku merasakan gimana perjuangan para tokoh pahlawan yang rela berjuang mati matian untuk membela tanah air indonesia, mereka rela menghabiskan seluruh tenaga, meninggalakan sanak keluarga hanya untuk memperjuangkan agar bangsa Indonesia bisa merasakan nikmatnya tanpa dijajah.


Biar kita flashback dulu saat saat sebelum kemerdekaan, ada beberapa peristiwa yang jangan sampai kita lupa diantaranya

Dimulai Pada tanggal 12 Agustus 1945, melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang.

16 Agustus 1945, gejolak tekanan di latar belakangi oleh para pengikut Sutan Syahrir yang menginginkan pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia dari Jepang makin memuncak dan tak terkendali. Pada siang hari mereka berkumpul di rumah Hatta, dan sekitar pukul 10 malam di rumah Soekarno. Sekitar 15 pemuda menuntut Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan melalui radio, disusul pengambilalihan kekuasaan. Mereka juga menolak rencana PPKI untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 16 Agustus.

"Saya menghadapi pihak pemuda, pemimpin tua dan pemimpin agama," kata Soekarno ketika berdebat dengan para pemuda yang mendesak kemerdekaan Indonesia segera diumumkan, 15 Agustus 1945 silam.

Peristiwa Rengasdengklok

Dari perdebatan dengan para tokoh pemuda, termasuk Chaerul Saleh yang tergabung dalam gerakan bawah tanah, dini hari tanggal 16 Agustus 1945 mereka menculik Soekarno (beserta Fatmawati dan Guntur), dan Hatta, di Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Dalam penculikan tersebut, bermaksud meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang.

Pertemuan Soekarno-Hatta dengan Jenderal Yamamoto

Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan Jenderal Yamamoto, komandan Jepang di Jawa. Dari pertemuan tersebut, Soekarno dan Hatta menjadi yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, dan tidak memiliki wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan.



Pembacaan Naskah Proklamasi

Setelah diyakini bahwa situasi memungkinkan untuk membacakan teks proklamasi, maka Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan teks Proklamasi. Rapat tersebut di rumah Laksamana Maeda, Soekarno bersama tokoh perjuangan lain menulis naskah proklamasi. Tulisan itu lalu diketik oleh Sayuti Melik.


Sumber foto : google.com

Tepat pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 M atau 17 Ramadan 1365 H, pukul 10.00 pagi, 17 Agustus 1945. Bertempat di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No.56, Jakarta.




Sumber foto : google.com

Pembacaan naskah proklamasi yang berlanjut pengibaran Sang Saka Merah Putih hasil jahitan Fatmawati, menandakan Indonesia merdeka.

Tokoh lain yang sangat berjasa dalam peristiwa pembacaan Proklamasi diantaranya, tiga pemuda pengibar bendera merah  putih pertama yaitu Latif Hendraningrat, S. Suhut dan Tri Murti.

Kemerdekaan Indonesia yang dibaca oleh Soekarno-Hatta yang kemudian menjadi Presiden Dan Wakil Presiden Indonesia yang pertama.

Flashback berakhir


Sumber foto : google.com

Maka, dengan setiap tanggal  17 Agustus diperingati sebagai hari KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. Hari dimana Negara Indonesia merdeka dari para penjajah, hari dimana Indonesia bebas untuk melakukan kegiatan apapun, hari dimana hak hak sudah diperjuangakan.

Lalu yang menjadi topik bahasan aku kali ini, apa kah kita sudah merdeka ? Dengan perjuangan para tokoh yang pernah ada ? Bagaimana cara kita memaknai kata merdeka ? Memasuki umur yang ke 73 tahun, sudah tidak bisa dikatakan remaja kalo menyangkut umur ya hihi. Tapi udah memasuki kategori tua. Ada beberapa makna kemerdekaan dari berbagai sudut pandang yang berbeda.


Sumber foto : google.com

Dilihat dari segi pendidikan
Kata merdeka dari segi pendidikan itu kita dpt bebas mengemban pendiikan setinggi tingginya tanpa adanya kekangan atau tekanan, tetapi secara faktanya belom di katakan merdeka karena berbagai macam aspek. Banyak diantara nya mereka belum mendaptkan pendidikan yang dikatakan layak. Padahal kalau kita telaah lebih lagi, hal yang paling utama yaitu pendidikan.


Sumber foto :google.com

Dilihat dari segi kesehatan
Kebanyakan rakyat yang masuk kategori bawah memang agak sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, walaupun sudah ada program yang membantu tetapi masih dipersulit dengan adanya administrasi prosuder yang berlaku.

Pernah waktu itu dirumah sakit gak tau juga pasien itu kena apa, dia cuma di biarkan di luar, sambil menunggu ruangan ? Itu badan sudah nempel sama alat alat, gak tega banget pokoknya eh mungkin kelamaan menunggu si bapak nya meninggal. Gak sempat masuk kamar 😭 apa itu dikatakan merdeka. Memang sih kita merdeka secara sah di mata hukum dan diakui negara, tapi bagi kalangan orang lain mungkin banyak dari mereka belum merasakan namanya merdeka. Mungkin kemerdekaan diliat dari segi kesehatan dimana rakyat bisa mendpatkan pelayanan yang layak, yang sakit bisa segera di obati dengan baik. Atau mereka yang memerlukaan bisa segera ditangani.



Sumber foto : google.com

Dilihat dari kesenjangan sosial
Merdeka menurut mereka seperti apa ? Apakah orang yang pakai dasi layak atau orang yang lebih berkuasa berhak untuk menjajah rakyat kecil. Ini sering aku temui dimana orang berkuasa melakukan pembelaan, berhak untuk mendaptkan keamanan padahal setiap orang berhak untuk mempertahankan Hak masing masing. Bagaimana miris nya mereka yang berjuang mempertahankan hak mereka padahal mereka melakukan kesalahan yang bisa dimaafkan. Lalu dengan orang berkuasa mereka melakukan kesalahan apakah hukum menjerat mereka ? Jawabanya tidak. Apa itu dikatakan merdeka . Sepertinya mereka memang merdeka tapi untuk perlakuan dan keadilan masih dipertanyakan, padahal kalau negeri ini sudah merdeka harapanya semua rakyat nya bisa merdeka tanpa ada jajahan dari orang disekitar.


Sumber foto :google.com

Merdeka versi aku
Memang merdeka itu bebas dari namanya penjajahan secara fisik. Tapi coba kita lihat apakah memang betul kita sudah merdeka, bebas dari penjajah ? Jawabanya tidak, kita masih belum merdeka. Lalu merdeka menurut aku itu rakyat bisa merasakan arti merdeka baik itu secara fisik maupun batin, tidak ada perusakan moral yang di lakukan oleh oknum dengan mengatas namakan ketenaran, konten yang kurang mendidik, acara telivisi yang kurang berfaedah,  de el el. Rakyat bisa merasakan ke seteraan keadilan.


Sumber foto : google.com

Merdeka itu Bebas bergerak bekarya berekspresi sebebas bebasnyaa, tanpa takut ada yang membully ataupun menghina, tanpa ada yang menjerat, menghalau atau melarang untuk melakukan apa yang kamu suka 😇

Kesimpulannya kemerdekaan tuh suatu proses pengembalian hak hak yg di rampas oleh bangsa asing maupun bangsa sendiri. Kan sekarang sudah banyak nih bangsa asing yang mengusai negeri kita, aku ingat ada satu kalimat tinggal di negeri sendiri tapi seperti budak di negeri sendiri. Ingatlah kata pak soeharto Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke 😍

Tulisan di atas hanya opini dari apa yang sering aku rasakan, gak ada menyangkut pautkan dengan siapapun, semoga dengan umur 73 tahun bangsa dan rakyat bisa merasakan makna kemerdekaan sesungguhnya, baik itu dilihat dari fisik maupun dari batin aamiin.

Ini tulisan pertama aku di collab beraama Female Blogger Banjarmasin, setelah bergabung menjadi member, harapan nya aku bisa ikut aktiv berkontribusi disetiap kegiatan nya, dan untuk FBB semoga semakin sukses aamiin 🤗

Salam sugar ❤



No comments:

Post a Comment

Pages